Rabu, 21 November 2012

Pentingnya Dua Kalimat Syahadat


Kalimat syahadah sangat penting dipahami karena beberapa hal:

1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (madkholu ilal Islam)
Islam ibarat rumah atau bangunan atau sistem hidup yang menyeluruh,
dan Allah memerintahkan setiap muslim untuk masuk secara kaaffah.
Untuk memasukinya akan melalui sebuah pintu gerbang, yaitu
syahadatain. Hal ini berlaku baik bagi kaum muslimin atau non muslim.
Artinya, pemahaman Islam yang benar dimulai dari pemahaman kalimat
itu. Pemahaman yang benar atas kedua kalimat ini mengantarkan manusia
ke pemahaman akan hakikat ketuhanan (rububiyah) yang benar juga.
Mengimani bahwa Allah-lah Robb semesta alam. 

2. Intisari doktrin Islam (Khulashah ta’aliimil Islam)
Intisari ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat syahadah. Asyhadu
allaa ilaaha illallah (Aku bersaksi: sesungguhnya tidak ada Ilaah
selain Allah) dan asyhadu anna muhammadan rasulullah (Aku bersaksi:
sesungguhnya Muhammad Rasul Allah). Pertama, kalimat syahadatain
merupakan pernyataan proklamasi kemerdekaan seorang hamba bahwa ibadah
itu hanya milik dan untuk Allah semata (Laa ma’buda illallah), baik
secara pribadi maupun kolektif (berjamaah). Kemerdekaan yang bermakna
membebaskan dari segala bentuk kemusyrikan, kekafiran dan api neraka.
Kita tidak mengabdi kepada bangsa, negara, wanita, harta, perut,
melainkan Allah-lah yang disembah (al-ma’bud). Para ulama menyimpulkan
kalimat ini dengan istilah Laa ilaaha illallah `alaiha nahnu; "di atas
prinsip kalimat laa ilaaha illallah itulah kita hidup, kita mati dan
akan dibangkitkan" . Rasulullah juga bersabda "Sebaik-baik perkataan,
aku dan Nabi-nabi sebelumku adalah Laa ilaaha illallah" (Hadist). Maka
sering mengulang kalimat ini sebagai dzikir yang diresapi dengan
pemahaman yang benar ¾ bukan hanya melisankan ¾ adalah sebuah
keutamaan yang dapat meningkatkan keimanan. Keimanan yang kuat,
membuat hamba menyikapi semua perintah Allah dengan mudah. Sebaliknya,
perintah Allah akan selalu terasa berat di saat iman kita melemah.
Kalimat syahadatain juga akan membuat keimanan menjadi bersih dan
murni, ibarat air yang suci. Allah akan memberikan dua keuntungan bagi
mereka yang beriman dengan bersih, yaitu hidup aman atau tenteram dan
mendapat petunjuk dari Allah. Sebagaimana Dia berfirman dalam
Al-Qur’an: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman
mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang
mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan
petunjuk" (Al-An’am: 82).

Kedua, kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, berarti kita
seharusnya meneladani Rasulullah dalam beribadah kepada Allah. Karena
beliau adalah orang yang paling mengerti cara (kaifiyat) beribadah
kepada-Nya. Sebagaimana disabdakan Nabi SAW: "Shalatlah kamu
sebagaimana kamu melihat aku shalat…". Selanjutnya hal ini berlaku
untuk semua aspek ibadah di dalam Islam.

3. Dasar-dasar Perubahan (Asasul inqilaab)

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan mendasar dalam kehidupan
manusia, yaitu perubahan dari kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya
(Islam); minazh zhuluumati ilan nuur. Perubahan yang dimaksud mencakup
aspek keyakinan, pemikiran, dan hidupnya secara keseluruhan, baik
secara individu maupun masyarakat. Secara individu, berubah dari ahli
maksiat menjadi ahli ibadah yang taqwa; dari bodoh menjadi pandai;
dari kufur menjadi beriman, dan seterusnya. Secara masyarakat, di
bidang ibadah, merubah penyembahan komunal berbagai berhala menjadi
menyembah kepada Allah saja. Dalam bidang ekonomi, merubah
perekonomian riba menjadi sistem Islam tanpa riba, dan begitu
seterusnya di semua bidang. Syahadatain mampu merubah manusia,
sebagaimana ia telah merubah masyarakat di masa Rasulullah dan para
sahabat terdahulu. Diawali dengan memahami syahadatain dengan benar
dan mengajak manusia meninggalkan kejahiliyahan dalam semua aspeknya
kepada nilai-nilai Islam yang utuh.

4. Hakikat Dakwah para Rasul (Haqiqatud Da’watir Rasul)

Para nabi, sejak Adam a.s sampai Muhammad saw, berdakwah dengan misi
yang sama, mengajak manusia pada doktrin dan ajaran yang sama yaitu
untuk beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan Thogut. Itu
merupakan inti yang sama dengan kalimat syahadatain, bahwa tiada Ilaah
selain Allah semata. Seperti difirmankan Allah SWT: Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
"Sembahlah Allah (saja) dan jauhi thagut itu" (QS 16:36)

5. Keutamaan yang Besar (Fadhaailul `Azhim)

Kalimat syahadatain, jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,
menjanjikan keutamaan yang besar. Keutamaan itu dapat berupa moral
maupun material; kebahagiaan di dunia juga di akhirat; mendapatkan
jaminan surga serta dihindarkan dari panasnya neraka.

terima kasih sudah mau berkunjung...semoga kita selalu ada dalam lindungan ALLah SWT...amin
and semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar